08.00 - 21.00 085641701234 - 082138301234 085641701234, 082138301234

Ngoyor di Mahoni

Kamis, Agustus 2nd 2018.

Ngoyor di MahoniHujan rintik-rintik sejak malam hingga pagi, mengguyur kawasan Depok dan sekitarnya. Pagi itu pukul 8, kami tiba di Setu Mahoni Kampus Universitas Indonesia (UI) Depok. UI yang dikenal sebagai kawasan hutan kota asri dan nyaman, dikenal pemancing banyak kumpulan setu.

Ya, sebelum dibangun UI dulunya rawa. Tahun 1986 UI berdiri, selanjutnya oleh pihak kampus dibuatlah setu-setu buatan yang fungsinya dilestarikan untuk resapan air dan pengendali banjir. Setu ini kemudian dipelihara dan dipertahankan keasliannya oleh UI.

Jika kita berada di sisi setu, udara sejuk dan bersih serta pemandangan indah akan dirasakan. Sebab itulah Kampus UI bertekad menjaga keberadaan dan fungsi setu sebagaimana mestinya dengan melakukan normalisasi pengerukan dan pembuatan setu baru serta melakukan pembersihan secara berkala.

Dari sekian setu yang ada, Setu Mahoni paling ramai didatangi pemancing. Ada 6 setu di UI, dari ke 6 tersebut diambil dari nama bunga dari kepanjangan “KAMPUS” yaitu Kenanga, Agathis, Mahoni, Puspa, Ulin dan Salam. Selain 6 setu masih ada 2 setu lagi yaitu satu danau kecil dan satu lagi tengah dibuat, namun belum dinamai.

Setu Mahoni ada di sebelah Utara dan Selatan kampus yang dibatasi jalan utama lingkar selatan (Sebelah timur FIB & PSI, sebelah Barat FE). Mahoni dibangun tahun 1996 dengan luas 45.000 m2. Airnya berwarna hijau kecoklatan mengalir tenang di antara Fakultas Teknik (FT), Fakultas Ekonomi (FE), dan Fakultas Ilmu Pengetahuan Budaya (FIB).

Ikan-ikan di Mahoni sesekali menimbulkan riak air. Para pemancing disini mencari tempat di sisi setu untuk menuai rezeki atau sekadar memuaskan hobi sembari menunggu ikan-ikan menyambar umpan. Pemancing yang ingin mancing biasanya duduk di tepi setu yang banyak ranting untuk mengaitkan alat pancingnya. Bahkan, alat pancing yang dibawa berjumlah lebih dari satu.

Dari sekian pemancing ada beberapa diantaranya menggunakan piranti tegek. Sasaran mereka selain ikan nila, mujair juga ikan gabus. Saat kabarmancing.com melewati jembatan ‘Teksas’ alias jembatan Teknik Sastra yang melintasi Setu Mahoni sepanjang 50 meter, di bawah jembatan tampak permukaan perairan tidak terawat, keruh, dipenuhi oleh limbah domestik, dan tampak berbuih, yang diduga akibat aktivitas domestik masyarakat di sekitarnya. Sedangkan saluran airnya pun nampak kotor dan berbuih.

Ngoyor di Mahoni

kabarmancing.com

Rp 460.000
habis
Rp 24.000
Rp 6.000
habis
Rp 26.000
Rp 56.000
Rp 6.500
habis

Harga Grosir

Grosir Pancing

Umpan Emas

umpan djempol, umpan ikan timbro, umpan ikan mas

Curve Catalog

Curve Pancing

Follow Us

instagram langgeng pancing

Address & Contact Person

Jln. Ahmad Yani 348 B, kartasura,
Sukoharjo – Jawa Tengah
Indonesia

0856 417 01234 ( Whats App )
0821 383 01234 ( Whats App )
——————————————–
Admin Grosir :
0856 4065 2225 (Whats App )

Kasir:
SCAN barcode dibawah ini
kasir langgeng pancing

Fitur chat WA bisa digunakan untuk smartphone dan untuk PC komputer harap mengaktifkan WA web terlebih dahulu di sini https://web.whatsapp.com/id

JADWAL BUKA

Senin – Sabtu : 08.00–21.00 (ISHOMA 17:30 – Ba’da Isya’) Setelah Isya’ BUKA
Minggu : 09.00–15.00

Jam Sholat Tutup 15 menit

Terima Kasih

Rekening Bank

Azis Triyanto No rek 3920262529
Azis Triyanto No Rek 900 00 0270524 3
Azis Triyanto No Rek 0261590499
Azis Triyanto No Rek 3591 01 001233 50 7

Pengiriman

Facebook Fanpage