08.00 - 21.00 085641701234 - 082138301234 085641701234, 082138301234

Tradisi Berburu Ikan Paus di Lembata

Kamis, Agustus 2nd 2018.

Tradisi Berburu Ikan Paus di Lembata

Tradisi Berburu Ikan Paus di Lembata

Perburuan ikan paus di desa lamalera, kecamatan wulandoni, kabupaten lembata, ntt, sudah menjadi tradisi turun-temurun. Tradisi ini telah memperkenalkan penduduk di kaki gunung labalekan ke seluruh dunia.

Jika di daerah kanada, greenland, atau di sekitar kutub selatan ada tradisi berburu anjing laut dan penguin, maka di indonesia ada tradisi yang lebih ekstrem lagi, yaitu tradisi berburu ikan paus. Tradisi ini hanya dilakukan oleh penduduk desa lamalera di kabupaten lembata.

Tradisi ini telah berlangsung lama, sejak nenek moyang suku lamalera menempati tanah lomblen. Berbagai sumber menyebutkan tradisi ini sudah ada sejak abad ke-16.

Para nelayan tradisional hanya dilengkapi satu-satunya senjata andalan berupa tombak yang dinamakan tempuling. Senjata tradisional ini berupa sebatang bambu panjang yang di salah satu ujungnya ditancap besi runcing. Dengan senjata itu mereka berusaha membunuh ikan paus, yang besar tubuhnya puluhan kali lebih besar dari tubuh manusia.

Betapa kekuatan sepotong besi mampu menaklukan ikan jenis ini. Karenanya, tak heran arus kunjungan wisatawan ke sana dari tahun ke tahun terus meningkat.

Namun, terkadang para nelayan tradisional mengalami naas. Ikan raksasa yang terluka menyeret perahunya para nelayan hingga perairan australia atau sampai di kupang, ibukota propinsi ntt. Ketika ikan itu sudah berhasil ditombaki–di mana ujung tombak yang lain diikat tali yang disambungkan ke perahu–para nelayan ini mengikuti saja pergerakan ikan sampai melemah. Tak berdaya. Di saat itu para nelayan menarik ikan ke pantai lamalera.

Kadang-kadang pula mereka menjadi korban akibat hempasan ekor ikan raksasa itu yang kaget saat ditombaki. Perahu bisa langsung pecah dengan hanya satu kali tebasan ekor paus. Maklum, bentangan sirip ekor ikan itu bahkan lebih lebar dari badan perahu tradisional yang digunakan untuk memburu paus. Tak jarang jatuh korban jiwa.

Jika jatuh ada nelayan yang mati saat bertarung melawan paus, kenyataan itu selalu dikaitkan dengan suasana di daratan. Diyakini sebelum berangkat, korban “belum bersih” dalam arti masih ada silang sengketa di keluarganya, mungkin masih belum berdamai dengan istri dan anak-anaknya jika ada pertengkaran sebelumnya. Atau ada pelanggaran adat di kampung. Karena itu anggota nelayan yang pergi berburu ikan paus harus “bersih diri”, “bersih rumahnya”.

Perburuan paus biasanya dimulai pada bulan mei, perburuan dilakukan menggunakan perahu yang terbuat dari kayu yang disebut paledang. Orang yang bertugas menikam paus disebut lama fa. Orang ini berdiri di ujung perahu, buritan atau haluan, saat paus yang diburu mulai kelihatan. Lama fa selalu mencari kesempatan untuk menikamkan tempuling di tubuh paus. Tombak atau tempuling bukan sekadar dilempar ke tubuh paus, melainkan si lama fa melompat menuju paus sambil memegang tempuling dan dengan kekuatan penuh menghujamkan tempuling ke tubuh paus.

Daging paus yang diperoleh dari perburuan ini nantinya akan dibagikan kepada seluruh penduduk sesuai besar kecilnya jasa wakil anggota keluarga mereka dalam proses perburuan paus. Selain hasil daging, masyarakat juga memanfaatkan minyak paus sebagai minyak urut, bahan obat, dan bahan bakar untuk lampu teplok.

Walaupun sudah ada beberapa konvensi yang melarang perburuan ikan paus, tradisi berburu ikan paus ini sampai sekarang masih tetap dipertahankan. Para penduduk Lamalera mengatakan, mereka tahu ikan paus mana yang menjadi buruan mereka. Ikan paus yang masih kecil dan yang sedang hamil tidak akan diburu. Hal itu untuk menjaga populasi paus di daerah Lamalera.

kini para orang tua di lamalera berusaha keras melatih anak mereka agar kelak menjadi lama fa. Hal ini disebabkan karena makin hilangnya kesadaran para pemuda lamalera dalam mempertahankan tradisi berburu paus yang diwariskan nenek moyang.

Pemerintah setempat melalui kepala dinas kebudayaan dan pariwisata (disbudpar) menjadikan tradisi berburu paus oleh nelayan lamalera ini sebagai salah satu obyek wisata. Kepala disbudpar, wenseslaus pukan, belum lama ini, mengatakan, sudah mengusulkan desa lamalera menjadi desa pariwisata ke dalam program nasional pemberdayaan masyarakat (pnpm) mandiri pariwisata yang mulai digulirkan kementerian kebudayaan dan pariwisata.

keseriusan ini, katanya, untuk mewujudkan lamalera menjadi salah satu ikon utama pariwisata di kabupaten lembata. Dan, hal ini sudah dimulai dengan diadakannya fertival baleo di lamalera, sejak tahun 2009 lalu. Festival akan terus dilakukan setiap tahun.

Saat ini, katanya, sudah diusulkan agar desa lamalera a dan b untuk masuk dalam desa prioritas sasaran pnpm mandiri pariwisata. Dia berharap dengan campur tangan pemerintah pusat, lamalera dapat lebih maju dan semakin dikenal dunia.

Source:beritaunik.net

Rp 593.000
habis
Rp 128.000
habis
Rp 31.000
habis
Rp 254.000
Rp 110.000
habis
Rp 234.000

Harga Grosir

Grosir Pancing

Umpan Emas

umpan djempol, umpan ikan timbro, umpan ikan mas

Curve Catalog

Curve Pancing

Follow Us

instagram langgeng pancing

Address & Contact Person

Jln. Ahmad Yani 348 B, kartasura,
Sukoharjo – Jawa Tengah
Indonesia

0856 417 01234 ( Whats App )
0821 383 01234 ( Whats App )
——————————————–
Admin Grosir :
0856 4065 2225 (Whats App )

Kasir:
SCAN barcode dibawah ini
kasir langgeng pancing

Fitur chat WA bisa digunakan untuk smartphone dan untuk PC komputer harap mengaktifkan WA web terlebih dahulu di sini https://web.whatsapp.com/id

JADWAL BUKA

Senin – Sabtu : 08.00–21.00 (ISHOMA 17:30 – Ba’da Isya’) Setelah Isya’ BUKA
Minggu : 09.00–15.00

Jam Sholat Tutup 15 menit

Terima Kasih

Rekening Bank

Azis Triyanto No rek 3920262529
Azis Triyanto No Rek 900 00 0270524 3
Azis Triyanto No Rek 0261590499
Azis Triyanto No Rek 3591 01 001233 50 7

Pengiriman

Facebook Fanpage