Cara Budidaya Belut

Cara Budidaya Belut

Cara Budidaya Belut

Mudah tergantung pada media apa yang digunakan nanti. Misalnya, media budidaya berupa lumpur dan air tentu membutuhkan manajemen yang berbeda. Pemeliharaan dan pengelolaan air sangat penting karena kodisi media hidup yang ideal dapat memberi kenyamanan dan memicu pertumbuhan  belut.

Berikut ini beberapa hal yang perlu Anda perhatikan dalam manajemen budidaya agar sukses dengan hasil maksimal.

1. Kondisi belut

Selama masa budidaya, Anda harus memberi perhatian pada kondisi belut yang dibudidayakan. Gerakan belut normal pasti aktif dan responsif. Selain itu, perhatikan kondisi fisik belut secara utuh, pastikan tidak ada luka, tidak ada penyakit yang menempel, kulit halus, mulus, dan licin.

2. Kondisi wadah

Selama budidaya, kondisi wadah juga harus dipantau. Jangan sampai wadah tersebut mengalami kebocoran. Apaila menggunakan media bahan organik (lumpur), sedikit kebocoran air memang masih bisa ditoleransi. Akan tetapi, bila didiamkan air akan menjadi kering, seiring waktu bisa membahayakan belut.

3. Pengelolaan media

Suplai air untuk budidaya belut memang tidak sebanyak kebutuhan jenis ikan lainnya, namun harus tetap terpenuhi. Air yang digunakan harus memenuhi standar mutu kualitas air budidaya ikan. Pemasukan air sebaiknya melaui proses penyaringan terlebih dahulu. Tujuannya, mencegah masuknya kotoran, hama, dan predator alami.

Air di dalam wadah sebaiknya mengalir, walaupun perlahan. Pergantian air bertujuan membuang kotoran di media dan menambah suplai oksigen. Hal ini bermanfaat bagi kehidupan belut sekaligus dapat membersihkan media budidaya.

4. Panen

Pemanenan belut biasanya berpedoman pada lamanya waktu budidaya. Namun tidak selalu demikian, belut bisa dipanen setelah 4 bulan berada di kolam pembesaran. Pada pasar ekspor, umur panennya bisa sampai 6 bulan atau lebih. Berat belut yang dihasilkan saat panen dapat mencapai 15 kali lipat dari benih yang ditebar. Namun, hasil panen sebesar 6—8 kali lipat berat benih yang ditebar pun sudah sangat bagus.

 

(Sumber : pertanianku.com)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Main Menu