Mancing di Ujung Genteng

Katanya ikan di Ujung Genteng sadis-sadis ukurannya. Saya yang memang hobi mancing sangat tertantang untuk membuktikan hal tersebut. Maka dengan berbekal tas mancing saya berangkat ke sana.

Berangkat sendirian karena tidak ada satupun teman yang bisa diajak jalan.Dari rumah jam 8an tiba di lokasi jam 16an. Perjalanan yang melelahkan namun penuh dengan pengalaman-pengalaman baru.

Tiba di lokasi, langsung melihat-lihat lokasi untuk mancing. Ada beberapa pemancing yang sedang memancing di bekas dermaga, karena tertarik saya dekati. Tadinya berniat mau ikut mancing bareng mereka, namun setelah melihat bahwa banyak batu-batu karang, niat tersebut diurungkan.

Pagi-pagi berbarengan dengan matahari yang mulai muncul, ikan pun pada muncul. Satu persatu pemancing mendapatkan ikan termasuk saya. Saya dapat ikan tanda-tanda sebesar lima jarian, lumayan terkejut. Terkejutnya karena ikan tersebut, kalau di Tanjung Kait atau Pulau Seribu didapetnya di tengah tapi di Ujung Genteng bisa didapetkan di pinggir.

Pagi-pagi berbarengan dengan matahari yang mulai muncul, ikan pun pada muncul. Satu persatu pemancing mendapatkan ikan termasuk saya. Saya dapat ikan tanda-tanda sebesar lima jarian, lumayan terkejut. Terkejutnya karena ikan tersebut, kalau di Tanjung Kait atau Pulau Seribu didapetnya di tengah tapi di Ujung Genteng bisa didapetkan di pinggir.

Mancing di Ujung Genteng

kompasiana.com

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Main Menu