Pengetahuan Tentang Sistem Reproduksi Hiu

Pengetahuan Tentang Sistem Reproduksi Hiu

Pengetahuan Tentang Sistem Reproduksi Hiu

Pengetahuan Tentang Sistem Reproduksi Hiu

Hiu meskipun hidup di laut merupakan hewan yang masuk dalam kategori mamalia.

Berbeda dengan ikan yang bertelur, Hiu berkembang biak dengan cara melahirkan. Tentunya banyak dari para mania yang belum tahu bahkan mungkin penasaran bagaimana cara Hiu berkembang biak/bereproduksi.

Hiu secara seksual dimorfik dimana ada perbedaan visual antara jantan dan betina.

Hiu jantan memiliki panggul yang dimodifikasi menjadi claspers sirip pelvis yang digunakan untuk pengiriman sperma.

Gulungan Claspers terbentuk dari tulang rawan. Hiu jantan juga telah memiliki testis. Testis internal terletak di ujung anterior tubuh di dalam rongga organ epigonal.

Kantung kemih dan saluran reproduksi bergabung bersama untuk membentuk sinus urogenital. Dari sinus urogenitak ini akhirnya sperma dilepaskan ke dalam alur dari claspers dan kemudian disampaikan ke betina selama kopulasi.

Pada Hiu betina memiliki ovarium internal yang ditemukan di anterior dalam rongga tubuh dan berpasangan. Ovarium kiri sering lisis atau tidak ada telur.

Sekali telur dilepaskan dan dibuahi, sebuah horny shell atau membran dikeluarkan disekitar membran ketika telur melewati kelenjar. Beberapa Hiu menghasilkan sebuah shell yang tangguh dan dapat melindungi anaknya.

Dalam spesies lain telur berkembang dan menetas didalam rahim betina. Telur yang dihasilkan oleh tiap spesies sangat bervariasi. Ukuran diameter telur Hiu sekitar 60 atau 70 mm dan terbungkus dalam kulit hingga diameter keseluruhannya dapat mencapai 300 mm.

Selama sanggama Hiu jantan dan betina berhadapan. Hiu jantan memasukkan salah satu claspers ke dalam kloaka betina. Sperma terkandung dalam paket sperma yang disebut spermatophores.

Sperma ini kemudian disalurkan ke Hiu betina melalui saluran clasper. Perbedaan lain antara Hiu jantan dan betina dari beberapa spesies ikan Hiu adalah ketebalan kulit mereka.

Kulit Hiu biru betina hampir dua kali lebih tebal dibandingkan Hiu jantan. Hal ini diyakini karena kekejaman perkawinan. Jantan akan sering menggigit betina selama kopulasi sehingga meninggalkan Hiu betina dengan keadaan luka. Tanpa ketebalan ekstra betina kulit bisa terluka parah.

Ada tiga model reproduksi dalam Hiu. Secara umum kebanyakan Hiu bersifat ovovivipar, namun ada beberapa Hiu yang bertelur. Bentuk yang paling maju disebut viviparity. Hal ini terjadi ketika Hiu betina menyediakan makanan bagi embrio yang ada dalam tubuhnya. Makanan ini disebut sebagai sekresi susu uterus atau melalui koneksi plasenta.

Reproduksi Hiu yang kedua disebut ovoviviparity. Hal ini mirip dengan viviparity karena telur dibuahi, menetas dan berkembang di dalam tubuh Hiu betina kemudian anak di lahirkan. Dalam hal ini embrio tidak menerima makanan langsung dari ibunya melainkan dari cadangan makanan dari sel telur. Cara reproduksi Hiu yang terakhir adalah oviparity. Telur Hiu diletakkan di ganggang atau koral. Setelah telur aman telur tidak menerima perlindungan atau makanan dari induknya.

 

(Sumber : mancingmania.com)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Main Menu